PROSES PERENCANAAN PEMBANGUNAN DESA WISATA 

RENCANA PEMBANGUNAN DESA WISATA

Disajikan  oleh Drs. Noersal Samad, MA

BAB I

PROSES  PERENCANAAN PEMBANGUNAN DESA WISATA 

A.STUDI PENDAHULUAN (PRA SURVEY)

Bertujuan mendapatkan gambaran mengenai sumber-sumber pariwisata (tourist resources) suatu desa untuk dijadikan bahan dasar penyelenggaraan studi pembuatan rencana induk (master plan). Ruang lingkup studi pendahuluan meliputi :

1. Inventarisasi sumber-sumber :

1.1. Sumber-sumber alam (natural resources)

1.2. Sumber-sumber daya manusia (human resources)

1.3. Sumber-sumber buatan manusia (man made resources)

2. Indentifikasi potensi

Penganalisaan hasil inventarisasi diatas dilakukan untuk identifikasi :

2.1. Potensi pariwisata desa yang bersangkutan dan wilayah sekitarnya.

2.2. Kemungkinan pola arus dan jaringan lalu lintas yang dapat mendukung pengembangan desa tersebut.

3. Rekomendasi langkah-langkah Studi pendahuluan akan menghasilkan : Langkah-langkah persiapan.

3.1. perlunya disusun rencana induk untuk pengembangan selanjutnya.

DIGITAL TRAVEL AGENT TRAINING

Digital Travel Agent Training aims to build and improve the competence of superior and dignified tourism business human resources.

You are cordially invited to click https://lnkd.in/dQ3ysi-h and thence visit the following download items that are available for premium members’ product / service

STARTING YOUR PROGRAM

The Global Travel Business Education Centre [GTBEC] have designed < https://lnkd.in/dxSaiVdR >.a new training program specifically for individuals < https://lnkd.in/dmbMuKrb > who are serious about Travel Professionals..

REGISTRATION AND MONTHLY PAYMENT METHODS

All you have to do first is create your premium membership, <https://lnkd.in/dQ3ysi-h> after which you’ll gain immediate access to all our tutor resources

Thence, Kindly Pay the Monthly Membership Fee To: Drs. Noersal Samad, MA (UI) amounting to IDR 75.000 or USD 5.00 for each member, via Bank Mandiri #157-00-0185201-2

Please also use my paypal.me/act100 whenever you make the required monthly payment for USD 5,00 per member accordingly.

Don’t have a PayPal account? https://lnkd.in/d32kARzw Sign up for free https://lnkd.in/djMn8xsu Go to https://lnkd.in/dbxA8eee country.x=ID&locale.x=en_US

Please confirm your payment evidence via
HP / WA: 08118841937 (SMS first)

Whether you use PayPal to buy or sell, <https://lnkd.in/dVf62A5i> we help keep you and your payments safe. With data encryption, real-time transaction monitoring and buyer and seller protection policies, PayPal’s a safe way to pay and get paid. <https://lnkd.in/d8ZE_TfD>

Payment Methods in GTBEC

You can use the various local bank transfer methods listed here.

Kindly Pay To: Drs. Noersal Samad, MA (UI)

(a) For 3 (three) months IDR 300,000 or in USD 27.00

(b) For 6 (six) months IDR 500,000 or in USD 35.00

(c)  For 1 (one) year IDR 800,000 or in USD 57,00

Bank Mandiri #157-00-0185201-2

Please also use my paypal.me/act100 whenever you make the required  payment per member accordingly.

Don’t have a PayPal account? https://lnkd.in/d32kARzw Sign up for free https://lnkd.in/djMn8xsu Go to https://lnkd.in/dbxA8eee country.x=ID&locale.x=en_US

Premium member (One Year) payment confirmation via  HP / WA: 08118841937 (SMS first)

You are cordially invited to also click and visit  the following:

(01) – https://lnkd.in/f8GX3he 

=> Tourism Business Tutorial

(02) – https://lnkd.in/fkS9u_Y 

=> Digital Travel Agent Training

You need a paid subscription, however, to become a Premium Member enabling you to view each detailed  (full text) lesson. 

As a Premium Member, you can login now, otherwise, please register first [premium]

SIGNS TO BE SUCCESFUL PEOPLE

Just click this link =>  https://lnkd.in/dJV9WVda

Succeed by learning https://tinyurl.com/fkdzdnwc how to use your GTBEC program.

OBJECTIVES:
  • Understand how to use your Student Portal.
  • Access the GTBEC Community and use it to find answers.
  • Connect with GTBEC on various social media sites.

You need a paid subscription, however, to become a Premium Member enabling you to view each detailed  (full text) lesson. 

As a Premium Member, you can login now, otherwise, please register first [premium]

Bertujuan untuk mendapatkan gambaran tentang rencana pengembangan desa tersebut. Pembuatan rencana induk mencakup :

1. Studi umum kondisi fisik, sosial, ekonomi dan lingkungan yang meliputi :

1.1. Keterangan yang lengkap mengenai letak geografis dan batas wilayah.

1.2. Data tentang suhu, kelembaban relatif, curah hujan dan kecepatan angin bulanan.

1.3. keterangan umum mengenai vegetasi, kondisi serta kemampuan tanahnya.

1.4. Data mengenai aspek-aspek disain linkungan, seperti tehnikl bangunan tradisional, bahan bangunan lokal.

1.5. Data demogarfi.

1.6. Data sumber-sumber ekonomi daerah.

1.7. Data keadaan prasarana dan sarana yang ada.

2. Evaluasi Pontensi Pariwisata

2.1 Potensi pariwisata yang dimiliki.

2.2 Lokasi yang mungkin akan dikembangkan.

2.3 Kemampuan daya saing obyek-obyek wisata desa tersebut terhadap obyek-obyek wisata tetangga.

3. Analisa pasar (market analysis)

3.1Analisa perkembangan secara regional dan terikat pertambahan pengunjung.

3.2Karakteristik wisatawan. 3.3Analisa daerah negara asal pengunjung, musim kunjungan, pola perjalanan, keadaan sosial ekonomi, motivasi dan lamanya pengunjung tinggal.

3.4Ramalan (forecasting).

4. Penyusunan Rencana Pengembangan Desa Wisata

4.1. Identifikasi obyek-obyek wisata yang berpotensi.

4.2. rekomendasi usaha-usaha untuk program preservasi obyek-obyek wisata.

4.3. Skala prioritas program pengembangan.

5. Pengusulan Lokasi Yang Mempunyai Skala Prioritas Tertinggi. Hal-hal yang perlu dilakukan:

5.1 Menyiapkan peta skematik tata guna tanah (land use).

5.2 Identifikasi potensi-potensi yang dapat dipertahankan dan dikembangkan menjadi taman wisata.

5.3 Meneliti berbagai aspek pemilikan tanah.

5.4 Rekomendasi rencana pengembangan akomodasi yang optimum pada lokasi.

5.5 Menentuka prasarana yang diperlukan lokasi tersebut seperti :

5.5.1.Jaringan jalan.

5.5.2.Sistem penyedian air bersih dan distribusinya

5.5.3.Sistem pembuangan air kotor dan pengelolaannya

5.5.4.sistem distribusi tenaga listrik.

5.5.5.Sistem telekomunikasi dsb.

5.6. Menentukan persyaratan-persyaratan yang diperlukan bagi sistem transportasi darat, laut maupun udara.

C.PEMBUATAN RENCANA TAPAK KAWASAN (SITE PLAN)

Lokasi yang akan dikembangkan :

1. Kawasan Desa

2. Kawasan Dusun

Peta yang dibuat untuk studi ini biasanya berskala 1 : 5.000 sampai dengan 1 : 10.000. Didalam peta harus jelas terlihat :

1. Kawasan Landscaping

2. Jaringan distribusi air minum

3. Jaringan Penyalur air kotor

4. Jaringan distribusi listrik 5. Jaringan distribusi telekomunikasi, dsb

Pembuatan rencana tapak kawasan mencakup :

1. Penyusunan Disain Kriteria. Untuk menyusun disain kriteria perlu diadakan studi analisa mengenai :

1.1. Keadaan Alam

1.1.1.Geografi

1.1.2.Geomorfologi Keterangan umum tentang kaedaan tanah, bentuk lapisan tanah dan hal-hal yang berhubungan dengan penggunaan tanah.

1.1.3.Hidrogeologi Sumber-sumber air, baik air yang bmengalir dipermukaan tanah (surface water), maupun air yang terdapat dibawah tanah (underground water).

1.1.4 Kl imatologi

Suhu rata-rata setiap bulan, derajat kelembaban relatif, curah hujan kecepatan angin dan kondisikondisi iklim setempat.

1.1.5 Vegetasi

1.1.6 Geologi Desa

Dekripsi terperinci mengenai geologi Desa terutama mengenai penyusutan atau pelebaran Desa.

1.1.7 Populasi Tingkat polusi yang terjadi pada waktu sekarang maupun perkiraan dikemudian hari yang mempengaruhi air sungai. Studi ini perlu dilakukan guna pelestarian lingkungan, konservasi alam, proteksi terhadap tumbuh-tumbuhan, binatang-binatang di darat dan biota di sungai serta pencegahan terjadinya polusi (pencemaran air, darat maupun udara).

1.2. Potensi Pariwisata

1.3. Analisa Pasar

2. Pembuatan Pra Disain

Pembuatan Pra Disain didasarkan atas ketentuan-ketentuan disain kriteria. Perencanaan bentuk-bentuk bangunan, bahan bangunan yang dpakai, bentuk arsitektur serta panggunaan tata ruang harus disesuaikan dengan lingkungan setempat.

3. Pembuatan Pola Pengembangan

Berdasarkan disain kriteria dan pra disaian dibuat pola pengembangan (outline plan). Tujuan pembuatan pola pengembangan adalah untuk :

3.1. Menjamin terselenggaranya penggunaan tanah yang optimal.

3.2. Mendapatkan keseimbangan antara pengembangan pariwisata dengan pengembangan sektor-sektor lain.

3.3. Menjaga kelestarian lingkungan dengan adanya peningkatan jumlah pengunjung.

3.4. Melestarikan obyek-obyek wisata seperti : keindahan alam flora, keindahan alam dan biodata sungai, dsb.

Pembuatan Pengembangan ini mencakup :

(a). Gambaran tentang kepasitas dan fungsi rencana tapak kawasan.

(b). Rencana umum tentang tata guna tanah (land use), tata letak (zoning regulation), dan tata bangunan.

Rencana dibuat dalam bentuk gambaran-gambaran, peta-peta dan uraian-uraian mengenai :
– Rencana tata guna tanah – Peratuaran-peraturan tentang tata letak. – Peraturan-peraturan tentang tata bangunan – Skema pola pemikiran tanah berdasarkan keterangan-keterangan dari agararia bagian kadaster.

(c). Program Pengembangan Prasarana.

(d). Program Pengembangan Sarana Pariwisata.

Harus dibuat program pengembangan berbagai jenis sarana pariwisata yang diperlukan, seperti :
– Tempat penerangan, loket, tempat, berteduh, ruang pameran serta panggung pertunjukkan, dsb.

– Akomodasi, catering dan pusat pertokoan, souvenir dan kerajinan tangan. – Tempat bermain (play ground)

– Tempat berolah raga (outdoor dan indoor).

– Jalan-jalan setapak, dsb.

(e). Program Pelestarian Lingkungan (f). Skala Prioritas Pembangunan.

1.4. Pembuatan Studi Kelayakan (Feasibility Study).

a. Memudahkan tata laksana program pembagunan

b. Mendapatkan gambaran secara terperinci mengenai program-program tersebut baik dilihat dari segi fisik maupun dari segi pembiayaannya.

c. Mengetahui secara terperinci manfaat ekonomi program-program yang dimaksud.

1.5 Rencana Pengelolaan

Harus disusun usulan tentang model organisasi pengelola serta rencana pengisian tenaga kerja disertai dengan uraian tugas, program operasional dan biaya yang diperlukan.

D.PEMBUATAN DISAIN TEKNIS (DESIGN ENGINEERING)

Langkah-langkah dalam studi tahap keempat adalah :

1. Pengukuran Tanah

Tujuannya adalah untuk mendapatkan :

4.1.1 Data yang nyata dari batas-batas area pekerjaan.

4.1.2 Data yang nyata tentang garis-garis ketinggian. Pekerjaan ini biasanya dilakukan oleh Dinas Agraris Daerah, Sub Dinas Pengukuran Tanah.

2. Pemeriksaan / Penelitian Tanah Untuk Keperluan Konstruksi

Sebelum pekerjaan pembuatan disain teknis dimulai, perlu diketahui kondisi tanahnya. Penelitian tanah pada umumnya dilakukan dengan pengeboran pada beberapa tempat yang dipergunakan untuk bangunan, untuk mengetahui jenis-jenis lapisan tanah serta kapasitas daya dukung.

3. Pembuatan Disain Terperinci

Bertitik tolak dengan program-program pengembangan yang dihasilkan studi pembuatan rencana tapak kawasan dibuatlah disain terperinci. Disain terperinci dibuat dalam bentuk uraian, peta-peta dan gambar-gambar berskala 1 : 500 sampai dengan 1 : 10.000. Sedangkan untuk gambar-gambar konstruksi prasarana, sarana dan fasilitas pariwisata yang akan dibangun berskala 1 : 100 sampai 1 : 500.

4. Penyusunan Dokumen Tender

Dokumen tender terdiri dari rencana kerja dan syaratsyarat pekerjaan, gambar-gambar konstruksi dan keterangan lainnya. Guna dokumen tender adalah :

(a)Memudahkan pengelolaan tahap konstruksi

(b)Mengetahui dengan tepat biaya konstruksi serta penjadwalan pelaksanaan pembangunan fisik.

BAB II

PERENCANAAN & KONSUMEN WISATA 

Tujuan Perencanaan

a. Menciptakan suatu lingkungan fisik kawasan wisata yang tertib, rapi, serasi, nyaman sehingga daya tariknya sebagai obyek wisata dan rekreasi semakin meningkat, akan mampu menarik lebih banyak pengunjung.

b. Memanfaatkan seoptimal mungkin keindahan alam dan kekayaan alam (darat, pantai dan laut) yang ada pada  kawasan perencanaan dengan tetap memperhatikan serta menjaga kelestarian lingkungan.

c. Membangun dan mendayagunakan prasarana dan sarana pelayanan wisata pulau secara optimal, baik dari segi kwantitas maupun kwalitasnya.

d. Menyusun kerangka organisasi yang akan mampu melaksanakan fungsi pengelolaan proyek-proyek di daerah perencanaan.

Untuk mencapai tujuan di atas, perlu disusun suatu Rencana Tata Letak Obyek Wisata di pulau ini dan sekitarnya yang mencakup :

(1)Pemilihan Lokasi

(2)Perencanaan tata letak yang merupakan pedoman bagi pengaturan perletakan pertamanan, tempat berolah raga, dsb.

(3)Penuntun arsitektur serta pedoman yang dapat digunakan untuk “detailed engineering design”.

Karakteristik Konsumen Wisata

Pengunjung terdiri atas berbagai golongan umur. Untuk itu perlu diketahui karakter masing-masing golongan umum tersebut.

a. Anak-anak (dibawah 12 tahun)

– memiliki sifat bebas, ingin tahu, sulit diatur, sehingga bagian-bagian yang berbahaya dari obyek wisata perlu di amankan dengan sebaik-baiknya, seperti tebing-tebing curam karang-karang yang mempunyai binatang berbahaya, seperti bulu babi, dsb. – Mempunyai fisik yang belum begitu kuat, sehingga untuk berjalan jauh, terutama tempat mendaki, diperlukan tempat istirahat. Mereka lebih cepat merasa haus dan lapar. Untuk itu fasilitas makan dan minum harus mendapat perhatian khusus.

b. Remaja (12 – 14 tahun)

– Penuh idealisme, dinamis dan senang dengan hal-hal yang berbau heroik serta bertualang. Selalu ingin bebas, tidak mau dikekang dan sulit untuk diatur.

– Keadaan medan / lapangan yang sulit justru merupakan tantangan, seperti : berjalan jauh (hiking), mendaki gunung dan berkemah sangat menarik bagi remaja.

– Perlu diberikan kebebasan seluas-luasnya untuk mengenal alam dan lingkungan sehingga mempertebal rasa cinta tanah air.

– Menyenangi hal-hal sifatnya informal, seperti : makan di alam terbuka, bertelanjang kaki, dsb.

c. Pemuda dan Orang Tua (24 tahun ke atas)

– Kelompok ini umumnya mulai segan melakukan hal-hal yang berat. Sifat rekreasinya lebih banyak pasif daripada aktif – Lebih menyenangi hal-hal sifatnya formal, seperti makan / minum di restoran dengan keinginan berbelanja yang tinggi, membeli souvenir, buah-buahan, sayur-sayuran, dsb.

Leave a Reply